Kamis, 09 Juli 2015

Dear future my husband

Diposting oleh Unknown di 5:36 AM 0 komentar

Bu..., Calon Isteriku Gak Bisa Masak--

Di Subuh yang dingin...ku dapati Ibu sudah sibuk memasak di dapur.


"Ibu masak apa? Bisa ku bantu?"


"Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan Bapak" sahutnya.


"Alhamdulillah.. mantab pasti.. Eh Bu.. calon istriku kayaknya dia tidak bisa masak loh..."


"Iya terus kenapa..?" Sahut Ibu.


"Ya tidak kenapa-kenapa sih Bu.. hanya cerita saja, biar Ibu tak kecewa, hehehe"


"Apa kamu pikir bahwa memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah dan lain lain itu kewajiban Wanita?"


Aku menatap Ibu dengan tak paham.


Lalu beliau melanjutkan, "Ketahuilah Nak, itu semua adalah kewajiban Lelaki. Kewajiban kamu nanti kalau sudah beristri." katanya sambil menyentil hidungku.


"Lho, bukankah Ibu setiap hari melakukannya?"


Aku masih tak paham juga.


"Kewajiban Istri adalah taat dan mencari ridho Suami." kata Ibu.


"Karena Bapakmu mungkin tidak bisa mengurusi rumah, maka Ibu bantu mengurusi semuanya. Bukan atas nama kewajiban, tetapi sebagai wujud cinta dan juga wujud Istri yang mencari ridho Suaminya"


Saya makin bingung Bu.


"Baik, anandaku sayang. Ini ilmu buat kamu yang mau menikah."


Beliau berbalik menatap mataku.


"Menurutmu, pengertian nafkah itu seperti apa? Bukankah kewajiban Lelaki untuk menafkahi Istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan?" tanya Ibu.


"Iya tentu saja Bu.."


"Pakaian yang bersih adalah nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban Suami. Makanan adalah nafkah. Maka kalau masih berupa beras, itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan. Sehingga memasak adalah kewajiban Suami. Lalu menyiapkan rumah tinggal adalah kewajiban Suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban Suami."


Mataku membelalak mendengar uraian Bundaku yang cerdas dan kebanggaanku ini.


"Waaaaah.. sampai segitunya bu..? Lalu jika itu semua kewajiban Suami. Kenapa Ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut Bapak sekalipun?"


"Karena Ibu juga seorang Istri yang mencari ridho dari Suaminya. Ibu juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana. Karena Ibu mencintai Ayahmu, mana mungkin Ibu tega menyuruh Ayahmu melakukan semuanya. Jika Ayahmu berpunya mungkin pembantu bisa jadi solusi. Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk Ibu."


Aku hanya diam terpesona.


"Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Ayahandanya, Nabi, karena tangannya lebam menumbuk tepung? Tapi Nabi tidak memberinya. Atau pernah dengar juga saat Umar bin Khatab diomeli Istrinya? Umar diam saja karena beliau tahu betul bahwa wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam-macam yang sebenarnya itu bukanlah tugas si Istri."


"Iya Buu..."


Aku mulai paham,

"Jadi Laki-Laki selama ini salah sangka ya Bu, seharusnya setiap Lelaki berterimakasih pada Istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah Istri."


Ibuku tersenyum.


"Eh. Pertanyaanku lagi Bu, kenapa Ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban Ibu?"


"Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita, Nak. Istri menuntut Suami, atau sebaliknya. Tapi banyak hal lain. Menurunkan ego. Menjaga keharmonisan. Mau sama mengalah. Kerja sama. Kasih sayang. Cinta. Dan Persahabatan. Menikah itu perlombaan untuk berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain. Yang Wanita sebaik mungkin membantu Suaminya. Yang Lelaki sebaik mungkin membantu Istrinya. Toh impiannya rumah tangga sampai Surga"


"MasyaAllah.... eeh kalo calon istriku tahu hal ini lalu dia jadi malas ngapa-ngapain, gimana Bu?"


"Wanita beragama yang baik tentu tahu bahwa ia harus mencari keridhoan Suaminya. Sehingga tidak mungkin setega itu. Sedang Lelaki beragama yang baik tentu juga tahu bahwa Istrinya telah banyak membantu. Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya."

Senin, 25 Mei 2015

Kemana Langkah Ku?

Diposting oleh Unknown di 3:25 AM 0 komentar
mata ini enggan terpejam
pikiran melayang tak karuan rasa hati
kejadian tahun lalu kini terulang meski dgn orng yg berbeda
entah kebetulan atau sebuah kutukan
lalu harus jadi apa lagi aku ini?

aku tak tahu kemana tujuan ku
haruskah aku melangkah kedepan atau aku menoleh k belakang.
entahlah..
otak dan hati ini beradu
logika dan perasaan sedang berperang
aku pun rentan, rapuh dan tak kuat jika harus berlama2 dalam kepenatan ini

Jumat, 13 Maret 2015

Happy Birthday Honey

Diposting oleh Unknown di 1:28 AM 0 komentar
Setelah lama aku menghitung hari
Kini tibalah hari yang aku tunggu
Hari ulang tahunmu..
Orang yang kupuja selama ini
Sejuta cinta kupersembahkan untukmu

Dihari ulang tahunmu ini
Kuselipkan do'a untukmu
Agar bahagia memenuhi hidupmu

Aku tak sempurna untukmu
Tapi cintaku slalu sempurna untukmu
Walau kadang cinta juga membuat kita jauh
Suka duka pernah kita lewati
Sgala rintangan pernah kita hadapi
Kadang egolah yang mengalahkan sgalanya

Semoga saat ini..
Kamu bisa mengerti arti cintaku
Yang mampu merubahmu
Menjadikan sosok yg slalu menjadi pujaan hatiku

Merubah sifat burukmu
Merubah semua egomu
Menjadi kasih sayang yang tulus
Merubah cinta semu mu
Menjadi cinta terindah dalam hidupku

SELAMAT ULANG TAHUN SAYANG

Semoga kebahagiaan slalu berpihak padamu
Aku di sini slalu menemanimu dengan setia

Senin, 09 Maret 2015

@MR.Sorenggane

Diposting oleh Unknown di 11:43 PM 0 komentar
Tuhan..
Tak dapat ku bendung lg air mata ini
Ksedihan yg teramat dalam tak mampu ku tutupi
Hidupku tragis dan begitu sadis saat aku tak lg berbersamanya

Sabtu, 07 Maret 2015

Happy Birthday My Future Husband

Diposting oleh Unknown di 6:30 PM 0 komentar
Tepat 2 tahun lalu..
Aku bersusah payah berfikir keras
Tapi, kali ini.. d tahun ini
Aku tak perlu  melakukan hal yg istimewa
Meski raga mu jauh d sana
Meski hati kita tak mungkin bersama
Aku turut berbahagia
Mungkin d hari ini seseorang yang bersama mu tlah menyiapkan sesuatu yg istimewa untuk mu
Selamat Ulang Tahun
Semoga panjang umur,  berbahagialah bersamanya.

Senin, 09 Februari 2015

Biarkan Ku Sendiri

Diposting oleh Unknown di 11:44 PM 0 komentar
Pergi saja kalian semua
Tinggalkan aku sendiri
Aku tak butuh d temani
Aku tak butuh tempat berbagi

Akan ku hentikan keluh kesah ini sendiri
Kupikul meski aku tak mampu berdiri lagi

Biar ku simpan, takkan ku beritahu meski kalian memaksa ku
Meski hati ku bergelut dengan bibir ini
untuk berbicara dan mengatakannya
Meski penat dan sesak dada
Takkan ku bercerita
Meski luka ini berdarah bernanah
Jangan resah
Aku tetap akan memilih sendiri

Rabu, 04 Februari 2015

Kali Ini Aku Menyerah

Diposting oleh Unknown di 10:49 PM 0 komentar
Kau yang menguatkanku namun kau juga yang membuat ku lemah
Kau yang membantuku menaiki puncak tertinggi namun kau juga yang mendorong ku dalam jurang paling dalam

Aku tak begitu mengerti atau kau yang tak pernah memahami
Bukan aku tak menepati janji apa lagi melanggar komitment ku sendiri
Aku sudah pernah bertahan
Sudah pernah memperjuangkan
Namun jika usaha ku sia - sia, apa ia aku harus memaksa?

Aku menyerah bukan karna aku lemah
Tapi karna jalan kita sudah tak searah
Jika nanti langkah ku tlah jauh
Atau aku sudah mampu berjalan tanpa mu
Tolong jangan meminta ku kembali
Karna mungkin aku akan berlari menghampiri
Tapi semoga saja itu tidak terjadi lagi
Karna aku akan segera pergi

Terimakasih pernah mengisi hari - hari
Walau pada akhirnya kau membenci diri ini
Tak bisa ku pungkiri meski aku tak berarti lagi
Tetap saja aku tak pernah ingin menghapusmu dari memori

Senin, 02 Februari 2015

Tetaplah begitu, Tetap seperti itu

Diposting oleh Unknown di 10:59 PM 0 komentar
Tetaplah begitu, tetap seperti itu
Biarlah perlahan, perlahan memudar lalu menghilang meski berbekas
Aku menghormati inginmu
Tak mampu ku menolaknya meski sakit terasa

Tetaplah begitu, tetap seperti itu
Diam dalam sendiri, sendiri menyendiri tanpa ada yang memahami
Aku akan terus mencoba
Meski ku rasa aku tak'kan kuasa

Tetaplah begitu, tetap seperti itu
Jalani tanpa ku, tanpa ada yang mengganggu
Aku tak akan datang di hidupmu
Meski aku merana tanpa mu

Jika esok aku kalah
ingatlah sejarah bahwa kemarin aku pernah berjuang
berjuang mati - matian
Meski berkali - kali di abaikan

Minggu, 01 Februari 2015

Takdir Duka yang Terbawa

Diposting oleh Unknown di 12:01 AM 0 komentar
Aku juga jenuh, aku juga bosan
Bukan hanya karna hubungan kita yang tak pernah tenang, tapi karna hidup ku terlalu sadis ini
aku tau kamu punya masalah, begitu pun aku

Aku tak menyalahkan mu bersikap seperti ini pada ku
aku juga tak menyalahkan keluarga ku
atau ibuku yg sudah melahirkanku
Aku menyalahkan diriku sndiri
Aku sudah membawa kalian masuk dalam garis kehidupan ku
Kehidupan yang sudah di takdirkan untuk d penuhi duka
dan tak mampu merubahnya.

Aku tahu ini ujian agar aku menjadi kuat
Tapi terkadang aku juga lelah terlihat kuat
Aku juga manusia, aku perempuan yg memiliki nafsu seperti hawa
ada kalanya aku ingin di manja
aku tak ingin berpura2 bahagia

Aku membutuhkanmu untuk menguatkan ku
menghapus air mata ku
membuat bahagia kita bersama
Mengubah takdir duka yang slalu terbawa

Tidak,..
Aku tidak ingin menuntut lebih dari mu
aku hanya meminta mu untuk berpura2lah mencintaiku
hingga aku siap
aku kuat untuk menerima semua duka.

Senin, 12 Januari 2015

Mulai Renta

Diposting oleh Unknown di 1:39 PM 0 komentar
Telinga sudah tak mampu menjadi kebal
untuk mendengar kata - kata yang kau lontarkan
Sepertinya hati ku juga mulai renta
tak mampu menahan semua perbuatan mu

Bukan aku tak berusaha
namun apa yang ku lakukan serasa sia - sia

Sekuat tenanga tlah aku coba
menjadi apa yang kau mau dan apa yang kau inginkan
menuruti semua apa yang kau perintahkan
Kulakukan semua hanya untuk tetap ingin bersama ku
Aku rela, aku ikhlas melakukannya
tapi mengapa kau tak memberi penghargaan sedikit saja

Bukankah kau tahu wanita tercipta dari tulang rusuk pria
itulah alasan mengapa wanita ingin slalu di dekat pria nya
Mereka ingin di jaga, mereka tak punya kaki untuk melangkah
Tak punya tangan untuk meraih sgalanya sendiri

Jangan sebut itu ketergantungan
juga bukan sebuah kemandirian
Itu adalah proses dari Tuhan untuk menyatukan perbedaan
menyamakan perasaan

Kau lelaki takkan pernah mengerti
takkan tahu rasanya tak dihargai

Jumat, 09 Januari 2015

Lekaslah Sembuh

Diposting oleh Unknown di 9:28 PM 0 komentar
Aku tak mampu, tak bisa mengungkapkan rasa ini
tubuh ini kelu, tak berkutik di hadapan mu
mata ku berkaca - kaca tatkala melihatmu terbaring tak berdaya
aku hanya tak tahu bagaimana cara menunjukkan sayangku
mungkin gengsi ini terlalu besar atau tingkah ku terlalu keras

Saat - saat seperti ini aku tahu kau membutuhkan seseorang disampingmu
Hasrat ku ingin, ingin sekali menemanimu hingga kau sembuh
hingga kau mampu berlari dan tertawa kembali
namun, lagi - lagi aku tak mampu dan aku tak bisa

Ingin ku tetap terjaga di sampingmu saat kau terlelap
atau hanya sekedar beristirahat meredakan lelahmu
Ingin ku slalu siaga di sebelahmu  saat kau tak mampu melakukan sesuatu sendiri
meski itu sebuah perintah, meski aku juga lelah

Lekaslah sembuh..
lekas sehat dan kuat
Meski kita tak seperti dulu lagi
aku ingin kau tetap bahagia tetap gembira 

Rabu, 07 Januari 2015

Only God Know

Diposting oleh Unknown di 10:58 PM 0 komentar
Tuhan.. mengapa
Semua orang yang ku sayang harus meninggalkan ku
mereka pergi dari hidupku
membuat ku menangis, hingga berfikir kritis

Bukankah kau menciptakan wanita dari tulang rusuk pria
bukan dari tulang kaki ataupun dari tulang kepala
Tapi mengapa jika pada akhirnya wanita tidak mereka letakkan di dada mereka
melainkan tepat di bawah kaki mereka

Tuhan.. mengapa
aku terlahir dari seorang laiki - laki yang tak bertanggung jawab
dan harus mengenal laki - laki yang tak bertanggung jawab juga

Tuhan.. mengapa
laki - laki seperti itu kau lahirkan di dunia yang sebenarnya akan indah jika kau tiadakan mereka
namun apalah daya seorang wanita
jika tiada laki - laki, sudah pasti wanita tak akan tercipta

Aku lelah, ingin ku akhiri semua derita ini
Namun aku takut Kau membenci ku jika kita bertemu nanti
Karna kurasa terlalu sering aku jatuh dan tertatih menahan sakit ini

Memberi Waktu pada Hati

Diposting oleh Unknown di 9:55 PM 0 komentar
Selama ini mungkin aku egois
aku hanya memikirkan rasa ku saja
melakukan apa ingin hati ku saja
tanpa ku tahu apa yang kau rasa
dan tanpa ku perduli apa yang kau ingin

Aku lengah, lupa bahwa kita memiliki hati yang berbeda
aku selalu mengemis memintamu tuk kembali
atau sekedar memaafkan ku
Aku selalu memaksa dan mencari-cari alasan untuk menemuimu
tanpa ku tahu apa sebenarnya ingin mu

Meski aku tak pernah bosan dengan mu, dan tak akan
Mungkin kau bosan dengan ku
atau mungkin kau terbebani dengan kehadiranku
Tapi aku tak menanyakan itu, tak pernah
Ya.. aku memang terlalu egois bukan?
 

Kali ini aku tersadar, cinta bukanlah hanya sekedar cinta
Biarlah rindu ini ku tahan, ku simpan rapat tanpa kau mengetahuinya
Ku beri waktu pada hatimu untuk merindukan ku



10nov14 19:43WIB


Dulu ia Sahabatku

Diposting oleh Unknown di 12:45 AM 0 komentar
Sahabat..
air mata ini mengalir ketika mengingatmu
Namun ini bukan luka ataupun rasa duka
air mata ini adalah air mata bahagia
bahagia melihat sahabat ku menemukan sahabat barunya

Sahabat..
taukah kau, rasa penyesalan terkadang menghantui ku
menyesal tak bisa menjaga mu
tak menjadi sahabat yang baik untuk mu
hingga terbentang jarak dan menimbulkan dinding pemisah yang begitu kokoh
Sulit untuk ku meleburkan jarak dan menghancurkan dinding itu
hingga membuat mu semakin hari semakin jauh dan begitu sulit ku raih
taukah kau, aku slalu mencoba mencari kebahagiaan ku sendiri
namun tak ku rasa lengkap karna tak ada andil mu
taukah kau, senyum dan tawa ini mencoba menutupi rasa kehilangan dari sosok seperti mu
tak ku dapatkan kembali ketulusan persahabatan seperti yang kau  beri

Sahabat..
dalam lamunan ku tergambar jelas bagaimana saat-saat kita tertawa bersama
saat kita berbagi bersama, membagi keluh kesah
menciptakan cerita yang begitu indah
tapi semua itu hanya kisah lalu yang tak mungkin terulang kembali

Sahabat..
aku sadari kesalahan ku
aku kesepian dan hampa tanpa mu
aku ingin kau bersama ku
aku terlalu bodoh menyembunyikan kepedulian ku di belakang mu
aku slalu menyimpan gengsi untuk menunjukkan sayang ku pada mu

Sahabat..
kau yang ku anggap saudara ku di tanah rantau ini
Terimakasih atas waktu singkat itu
cerita yang kau beri begitu membekas di memory

Sahabat..
selamat berbahagia dengan sahabat baru mu
tertawalah bersamanya
tinggalkanlah aku dengan kisah kita di masa lalu

Selasa, 06 Januari 2015

Bimbang

Diposting oleh Unknown di 7:59 PM 0 komentar
Apa benar yang dikatakan wanita itu?
Jujur sepenuhnya aku percaya padanya
pada kekasihku satu-satunya
Tapi sikap dan caranya memperlakukanku membuatku bimbang
seakan membuktikan benar apa ucap wanita itu
Terkadang aku tegar menyikapi kata-kata kasar dan perilaku tak wajar darinya
Namun layaknya seorang wanita aku juga ingin dimanja

Aku juga bisa rapuh
ingin dipertahankan ketika ego dan emosi kita memuncak
hati ini menangis, menjerit
seakan memohon untuk berhenti bersikap seperti itu pada ku

Bukankah aku wanitanya?
Bukankah aku satu-satunya?
Lalu hatimu milik siapa?
Terkadang aku bimbang, bimbang dalam percintaan ini
Aku meragukan rasamu pada ku
kapan kau akan mengerti hati ini?

Little Memory

Diposting oleh Unknown di 7:27 PM 0 komentar
Seseorang..
siapapun itu bantu aku, sadarkan aku
Aku adalah bagian kecil dari memory yang tak berguna dihidupnya
entah apa yang kupikirkan
mengapa hati ini enggan pergi dari hidupnya
sedangkan tampak jelas ia tlah meninggalkan ku

Jauh..
jauh sekali aku tertinggal
tapi mengapa aku tetap berusaha keras untuk mengejarnya
Meski aku lari sekencang mungkin
aku tahu ia takkan menengok kebelakang
melihatku tertatih berlari berusaha agar tetap disampingnya
Apa mau hati ini, mengapa aku ingin tetap bertahan?

Karma dari Masa Lalu Ku

Diposting oleh Unknown di 7:18 PM 0 komentar
Di heningnya malam
aku mengingatmu
1 kata yang terucap "maaf"
1 kata yang terbersit "karma"

Yaa..seperti ini rasanya saat ku memperlakukanmu dahulu
sama seperti dia memperlakukan ku saat ini
Bahkan bisa disebut lebih buruk

Aku seperti hamba sahaya yang mengagung-agungkan tuannya
Ini menyiksa ku, sangat menyiksa

Jelas dulu aku pernah diperlakukan seperti ratu
dengan tolol aku memperlakukanmu sebagai budak ku
padahal kau adalah rajanya
Seharusnya kau yang memegang kendali istana kita
tapi dengan ketamakan ku, dengan rasa tak cukupku, aku mencari yang lebih
Aku memanfaatkan ketulusanmu, rasa kasihsayangmu
Aku menghancurkan semuanya

Sudah begitu jelas petunjuk Tuhan memberikan dari apa yang kubutuhkan dengan hadirnya sosok dirimu
yang sekarang menjadi masa lalu ku
Dahulu kau mengisi dan mendampingi di setiap hariku

Tapi mengapa baru sekarang kusadari
setelah aku kehilangan, setelah kau dimiliki orang
Memang bahagia ku lengkap dengan hadirnya sosok baru
namun tak sempurna untuk menggantikan posisimu

By Hurting Me

Diposting oleh Unknown di 7:02 PM 0 komentar
Seperti uang tapi lecek
berguna tapi tak berarti
Seperti awan yang mencoba menutupi langit
hanyalah kesia-siaan
Kau adalah ketidakmungkinan yang slalu aku semogakan
Tetaplah mencintaiku hingga kau lupa bahwa kau sedang berpura-pura

Ku salutkan..
mampu bertahan dengan drama yang kau bintangi sendiri
Kau hebat..
mampu menjadi satu-satunya aktor yang kau sutradarai sendiri
 

Kata Hati Kisah Hidup Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review